UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR (UIM)

ALUMNI

“Tugas Utama Kita adalah menghidupkan Ilmu Pengetahuan”

Saya rasa, fisip uim telah memberi banyak dasar pengetahuan, dan tugas utama kita adalah menghidupkan pengetahuan tersebut dengan azas  kemanfaatan dan kejelasan keberpihakan dalam mengisi ruang-ruang sosial.

Ulya Sunani, S.Sos.,M.I.Kom - Mamuju
FISIP UIM = “My Family”

Tahun 2007 adalah pertama saya masuk di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIM, Fakultas yang telah membesarkan saya menjadi alumni yang unggul, kompetitif serta berakhlak Ahlusunnah Wal Jama’ah An Nahdliyah. Pertama menjadi MABA kami dikperkenalkan dengan ASWAJA, begitu juga dalam kurikulum pembelajaran, hingga organisasi mahasiswa yang menjadi pergerakan yang dikenal dengan PMII. Dalam perkuliahan tidak hanya teori yang kami dapatkan melainkan peraktek, kala itu saya di Komunikasi melakukan praktek lapangan wawancara dengan masyarakat di Desa Minasate’ne Kab. Pangkep, kegiatan tersebut menjadi sangat berkesan karena banyak kenangan yang ditinggalkan, hingga saat ini saya telah menjadi Dosen dimana saya menimba ilmu di kala kuliah S1. “FISIP sudah menjadi keluarga bagi saya, dan kami para alumnus berharap besar kepada adik-adik penerus untuk membesarkan fisip dengan sebuah kebanggaan, prestasi dan integritas yang tinggi.

Andriansyah, S.Sos.,M.I.Kom - Makassar
“tetap tegak berkibar”

menjadi seorang mahasiswa adalah dambaan terhormat setiap putra putri bangsa dalam meniti dan menata masa depan gemilang. Hidup sebagai mahasiswa dimasa masa sulit dari berbagai sisi kehidupan membuat perjalanan dan dinamika hidup sebagai mahasiswa menambah berat perjuangan meraih dan menapak  cita-cita  yang terlanjur digantung setinggi langit. semua itu telah menjadi sweet memory dlm kamus perjalanan hidup seorang mahasiswa mencari eksistensi diri. sebagai alumnus pertama FISIP UIM sejak bermetamorfosis dari sekolah tinggi Al-Gazali menjadi Universitas dimana kondisi internal dan infrastruktur kampus yang masih minim tidak lah menjadi hambatan bagi kami untuk tetap betah  dan sabar menjalani semua proses akademik sampai tuntas. Para dosen dan seluruh civitas akademik yang mengawal kami setiap saat, yang selalu senantiasa menanamkan nilai-nilai perjuangan dalam mengarungi kerasnya kehidupan, itulah yang membuat spirit dan sportifitas kami tak pernah mundur apalagi meninggalkan medan perjuangan. Dengan suatu semboyan “tetap tegak berkibar“.  Wallahul Muwafiq ilaa aqwami Thariq.

Luqman Sanusi, S.Sos - Makassar
Translate »